Selasa, 04 November 2008

TUGAS STEGANOGRAPHY

Steganography berbeda dengan cryptography, letak perbedaannya adalah pada hasil keluarannya. Hasil dari cryptography biasanya berupa data yang berbeda dari bentuk aslinya dan biasanya data seolah-olah berantakan sehingga tidak dapat diketahui informasi apa yang terkandung didalamnya (namun sesungguhnya dapat dikembalikan ke bentuk semula lewat proses dekripsi), sedangkan hasil keluaran dari steganography memiliki bentuk persepsi yang sama dengan bentuk aslinya. Kesamaan persepsi tersebut adalah oleh indera manusia (khususnya visual), namun bila digunakan komputer atau perangkat pengolah digital lainnya dapat dengan jelas dibedakan antara sebelum proses dan setelah proses.
Steganografi terbagi menjadi 2 buah model yaitu:
  1. Proteksi terhadap deteksi untuk teknik penyembuyian data
    Proteksi model ini banyak digunakan di dalam dunia Steganografi untuk piranti keamanan dalam suatu pengiriman dokumen melalui media internet atau yang lainnya. Proteksi ini mempunyai metode agar suatu file yang telah disisipi oleh data tidak dapat dideteksi oleh suatu program steganalisis sehingga hanya orang yang mempunyai program steganografi tertentu saja yang dapat menampilkan/ekstrakting data yang ada.
  2. Proteksi terhadap kehilangan untuk teknik pemberian tanda tehadap data.
    Proteksi model ini banyak digunakan di dalam media secure digital atau steganografi yang berfungsi sebagai penanda hak cipta (copyright) agar tidak dapat dimusnahkan maupun digandakan olah pihak yang tidak bertanggung jawab. Yang salah satunya dengan metode Watermarking.
    Watermarking merupakan suatu bentuk dari Steganografi (Ilmu yang mempelajari bagaimana menyembunyikan suatu data pada data yang lain), dalam mempelajari teknik-teknik bagaimana penyimpanan suatu data (digital) kedalam data host digital yang lain (Istilah host digunakan untuk data/sinyal digital yang ditumpangi). Parameter-parameter yang perlu diperhatikan dalam penerapan metoda watermarking adalah : Jumlah data (bitrate) yang akan disembunyikan, Ketahanan (robustness) terhadap proses pengolahan sinyal, dan Tak terlihat (Invisibly) atau output tidak berbeda dengan input awal.
    Kesatuan dari ketiga parameter tersebut dikenal sebagai Trade-Off dalam Watermarking.

Untuk tugas keamanan informasi diperintahkan untuk membuat steganografi yang memuat pesan “PILIH NOMOR 7”. Dalam hal ini penulis menggunakan pohon biner sebagai media steganografi.
Pohon Biner
Dalam terminologi struktur data, sebuah pohon (tree) adalah suatu struktur yang terdiri dari sejumlah simpul dengan karakteristik sebagai berikut:
Ada sebuah simpul yang berkedudukan sebagai puncak (dan disebut akar atau root). Semua simpul dapat ditelusuri dari simpul ini.
Setiap simpul mempunyai lintasan yang unik terhadap akar.

Dari gambar pohon biner di atas dapat dilihat bahwa terdapat penyembunyian pesan yang ditandai dengan alur garis panah yang ditebalkan yang menghubungkan huruf-huruf yang jika dibaca dari atas ke bawah bertuliskan “PILIH NOMOR 7”.




Diajukan sebagai tugas mata kuliah Keamanan Sistem Lanjut


Nama : Tutin Giyani


NIM : 23208092


Magister CIO 2008

Tidak ada komentar: